KOLABORASI DARING
Lampiran 1. Ringkasan Materi Pembelajaran
Perangkat Lunak Pembelajaran Kolaboratif Daring
Sumber : Sri Wahyuni, Simulasi
dan Komunikasi Digital Edisi Revisi 2018, Bumi Aksara,
Tahun 2018
A.
Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran kolaboratif dan pemanfaatan jejaring
sosial sebagai sarana pendidikan, bukan hanya serangkaian metode untuk
mengurangi tugas guru dan mengalihkan tugas-tugasnya kepada siswa.
Metode pembelajaran kolaboratif lebih mengasumsikan
pentingnya kerja sama yang kooperatif atau bekerja Bersama dalam komunitasnya.
Dalam satu komunitas atau kelompok lebih berfokus pada cara bekerja sama demi
tercapainya tujuan Bersama dan bukan sebuah persaingan.
Metode pembelajaran kolaboratif merupakan jenis metode
pembelajaran yang memfokuskan pada keberhasilan proses. Hal ini sedikit berbeda
dengan metode pembelajaran kooperatif yang fokus pada hasil.
Terdapat 6
karakteristik dasa pada pembelajaran kolaboratif sebagai berikut :
a.
Tujuan kelompok ( Group goals )
b.
Tanggung Jawab Individual ( Individual Accountability )
c.
Kesempatan yang sama untuk mencapai
keberhasilan ( equal opportunities for
success )
d.
Kompetisi antar kelompok ( team competition )
e.
Pengkhususan tugas ( task specialization )
f.
Adaptasi terhadap kebutuhan-kebutuhan
individu ( adaptation to individual needs
)
Faktor kunci pembelajaran jarak jauh :
a.
Konektivitas ; akses terhadap ragam
informasi menggunakan bantuan mesin pencari di internet seperti Google atau
Bing.
b.
Fleksibilitas ; proses belajar dapat
dilaksanakan di mana saja dan kapan saja.
c.
Interaksi ; dalam beberapa model ujian
juga dimungkinkan agar guru mendapatkan hasil penilaian maupun umpan balik
secara otomatis.
d.
Kolaborasi ; penggunaan perangkat
diskusi melalui internet dapat mendukung pembelajaran kolaborasi di luar ruang
kelas.
e.
Peluang Pengembangan : dengan
memanfaatkan kemajuan teknologi, seorang guru dapat memberikan instruksi dari
tempat tertentu dan siswa tetap dapat mengikuti instruksi guru walaupun di
tempat yang berbeda.
f.
Motivasi ; penggunaan multimedia dapat
membuat proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, misalnya mengunduh
berbagai sumber belajar, baik berupa video atau animasi yang menjelaskan konsep
atau peristiwa tertentu.
B.
Jenis-jenis Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya
Dalam rangka
mendukung kelas maya dimanfaatkanlah berbagai perangkat lunak / aplikasi /
sistem yang pada umumnya berbasis web. Secara umum dikenal dua jenis aplikasi
yaitu : Aplikasi Learning Management System (LMS). Akan tetapi dalam perkembangan
selanjutnya, seiring meluasnya pemanfaatan Social Network (SN) khususnya
Facebook, muncullah aplikasi Social
Learning Network (SLN) sebagai salah satu alternatif bentuk
kelas maya.
Jenis-jenis
perangkat lunak lain pendukung kelas maya yang mendapatkan perhatian secara
luas, antara lain :
a.
AC ( Academic Constructive Controversy )
b.
CIM ( Complex Instruction Method )
c.
CLS ( Cooperative Learning Structures )
d.
TAI ( Team Accelerated Instruction )
e.
CIRC ( Cooperative Integrated Reading and Composition )
f.
JM ( Jigsaw Method )
g.
GI ( Group Investigation )
h.
LT ( Learning Together )
i.
STAD ( Student Team Achievement Divisions )
j.
TGT ( Teams Games Tournament )
k.
CSCL ( Computer-Supported Collaborative
Learning )
l.
LMS ( Learning Management Systems )
m. Collaborative Learning Development
n.
Collaborative Learning in Virtual Worlds.
C.
Keunggulan dan kelemahan Pembelajaran Kolaboratif Daring
Keuntungan dari penggunaan Kolaboratif Daring menurut salah satu sumber yaitu:
1. Merupakan media komunikasi yang efektif, cepat dan
kredibel untuk menyampaikan materi elearning dari seorang pakarnya
2. Mencakup area yang luas
3. Peserta memperoleh visualisasi lengkap pembicarannya.
4. Kelas Besar atau kecil : Kelas tidak membutuhkan
bentuk fisik lagi, semuanya dapat dibangun dalam aplikasi Internet.
5. Kapan saja, dimana saja : Dapat diakses dari lokasi
mana saja dan bersifat global. Elearning menghilangkan batasan waktu dan tempat
dengan karakteristik kelas tradisonal dengan menggunakan mode komunikasi
asynchronous seperti email, diskusi online, mahasiswa dapat mengakses 24 jam
setiap hari.
6. Membangun Komunitas : Pembelajaran adalah proses
sosial. Siswa dapat belajar saling tukar informasi satu dengan yang lain
seperti dengan instruktur. Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time
maupun non-real time.
7. Peningkatan Pembelajaran siswa : Melalui Internet
organisasi akan dapat lebih fokus pada penyelenggaraan program
pendidikan/pelatihan. Mengakomodasi keseluruhan proses belajar dan juga
transaksi. Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis. Peserta
belajar dapat terhubung ke berbagai perpustakaan maya di seluruh dunia dan
menjadikannya sebagai media penelitian dalam meningkatkan pemahaman pada bahan
ajar.
Guru dapat secara cepat
menambahkan referensi bahan ajar yang bersifat studi kasus, trend industri dan
proyeksi teknologi ke depan melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan
peserta terhadap bahan ajarnya.
Sedangkan untuk
keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai
sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi
lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial yaitu:
·
Adanya
interaksi antara pengajar dan mahasiswa
·
Pengajaran
pun bisa secara on line ataupun tatap muka langsung
·
Blended
Learning = combining instructional modalities (or delivery media),
·
Blended
Learning = combining instructional methods
Adapun kekurangan dari
sistem pembelajaran E-Learning adalah sebagai berikut:
1. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek
sosial.
2. Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah
pelatihan daripada pendidikan.
3. Berubahnya peran guru dan yang semula menguasai teknik
pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran
yang menggunakan ICT.
4. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang
tinggi cenderung gagal
5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet
(mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun
komputer).
6. Kurangnya penguasaan dasar-dasar penggunaan komputer
oleh siswa.
7.
Kurangnya
interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri. Kurangnya
interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses
belajar-mengajar.
D. Alat dan Komponen yang dibutuhkan pada
Pembelajaran Kolaboratif Daring
Dalam pembelajaran yang memanfaatkan e-learning dibutuhkan
berbagai komponen pendukung, yaitu :
1)
Perangkat keras (hardware):
computer pc, laptop, netbook, smartphone maupun tablet atau gadget pendukung
lainnya.
2)
Perangkat lunak (software): Learning
Management System (LMS), Learning Content Management System (LCMS), Social
Learning Network (SLN).
3)
Infrastruktur: Jaringan intranet (
Local Area Network ) dan Internet.
4)
Konten pembelajaran.
5)
Strategi interaksi / komunikasi
pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran.
Sekolah dimana slur?
BalasHapusDi SMK negeri 1 onohazumba
Hapus